Banjir Terjadi Senin Malam, Desa Gempolsari Gabus Pati Terendam Air Sejak Pukul 22.00 WIB
Pati – Banjir kembali melanda Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, pada Senin malam, 12 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat dan akhirnya meluap ke permukiman warga.
Malam yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi jam-jam siaga. Air perlahan naik dari jalan desa, merembet ke halaman rumah, hingga mendekati pintu-pintu rumah warga.
Air Naik Saat Warga Bersiap Tidur
Sekitar pukul 22.00 WIB, warga mulai menyadari ketinggian air terus bertambah. Beberapa rumah di wilayah dataran rendah terdampak lebih dahulu. Genangan air terlihat mengelilingi rumah, kebun pisang, dan akses jalan antar permukiman.
Sebagian warga memilih tetap terjaga untuk memantau kondisi, sementara yang lain mulai mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Aktivitas malam hari pun terhenti, digantikan dengan kewaspadaan menghadapi banjir.
“Awalnya cuma di jalan, tapi tidak lama sudah sampai teras,” ujar Ibu Rumini warga Desa Gempolsari.
Air Mengancam Masuk ke Dalam Rumah
Di beberapa rumah, air mulai merembes melalui celah bawah pintu. Pintu kayu menjadi batas terakhir agar air tidak masuk ke ruang dalam. Kondisi ini memaksa warga mencari cara cepat dan sederhana agar rumah tetap aman dari genangan.
Lingkungan sekitar tampak seperti lautan kecil. Pantulan cahaya lampu rumah terlihat di permukaan air yang tenang namun mengkhawatirkan.
Cara Sederhana Warga: Menahan Air Menggunakan Malam
Pada beberapa rumah, terlihat lapisan malam berwarna-warni menempel rapi di bagian bawah pintu sebagai penghalang sementara. Meski sederhana, cara ini cukup membantu menahan air selama banjir belum surut.
“Tidak sepenuhnya kering, tapi setidaknya air tidak langsung masuk,” kata salah satu warga.
Selain malam, warga juga menggunakan kain, papan, dan plastik tebal sebagai lapisan tambahan.
Gotong Royong dan Kesiapsiagaan
Meski banjir terjadi pada malam hari, semangat gotong royong tetap terjaga. Warga saling memberi kabar, membantu tetangga, serta memantau aliran air di lingkungan sekitar. Pemerintah desa juga terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk mengantisipasi banjir susulan.
Harapan Warga
Banjir yang terjadi Senin malam, 12 Januari 2026, ini kembali menjadi pengingat perlunya penanganan jangka panjang. Warga berharap adanya normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta perhatian serius agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Bagi warga Desa Gempolsari, banjir bukan sekadar genangan air, melainkan ujian ketahanan. Dari malam yang basah itu, terlihat bagaimana warga bertahan dengan cara-cara sederhana—bahkan dengan menahan air menggunakan malam di bawah pintu rumah.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar